ANDREA HIRATA EDENSOR PDF

Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Perancis, mereka berkuliah di Universite de Paris, Sorbone, disini, Ikal dan Arai mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia. Khususnya melayu. Dalam novel ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan — kenakalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Novel ini juga menceritakan petualangan Ikal dan Arai meyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat kita terbahak-bahak, dan juga membuat kita berurai air mata.

Author:Misho Dum
Country:Dominican Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):25 October 2015
Pages:394
PDF File Size:1.95 Mb
ePub File Size:16.71 Mb
ISBN:422-5-60890-581-3
Downloads:36118
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Malamuro



Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa kecil dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadinya sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan.

Merasa tak cocok dengan nama tersebut, ia pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, ia masih merasa terbebani dengan nama itu. Dalam wawancaranya dengan media Jakarta Globe pada tahun , Andrea Hirata mengatakan bahwa ia telah mengganti namanya sebanyak tujuh kali.

Nama Hirata sendiri diambil dari nama kampung dan bukanlah nama orang Jepang seperti anggapan orang sebelumnya. Sejak remaja itulah, pria asli Belitong ini mulai menyandang nama Andrea Hirata. Tumbuh dengan status sebagai anak pegawai yang pas-pasan di PT Timah di Belitong seperti yang diceritakan dalam novel laskar pelangi.

Dengan segala keterbatasan, Ia tetap menjadi anak periang yang sesekali berubah menjadi pemikir saat menimba ilmu di sekolah. Selain itu, ia juga kerap memiliki impian dan mimpi-mimpi di masa depannya. Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Sejak kecil bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan dan hampir rubuh.

Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah tersebut diakuinya cukuplah memperihatinkan. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Ia tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki dengan sebutan Laskar Pelangi.

Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tak lebih dari 11 orang itu ternyata sangat berarti besar bagi kehidupannya. Perubahan dalam kehidupannya, diakuinya tak lain karena motivasi dan hasil didikan Bu Muslimah.

Namun, Andrea tak berhak untuk bersekolah di sekolah tersebut karena status ayahnya yang masih menyandang pegawai rendahan. Ia menulis salah satu novel paling terkenal di Indonesia yakni Laskar Pelangi didasarkan pada memoar tentang masa kecilnya yang membentuk karakternya hingga menjadi seperti sekarang. Penjualan resminya bahkan mencapai 5 juta eksamplar dan 15 juta eksamplar untuk edisi bajakannya. Ia diketahui memberikan royalti novelnya kepada perpustakaan sebuah sekolah miskin ini. Tentang sosok Muslimah, Ia menganggapnya sebagai seorang yang sangat menginspirasi hidupnya.

Tak heran, ia sangat mengagumi sosok Bu Muslimah sebagai salah satu inspirator dalam hidupnya. Menjadi seorang penulis pun diakui Andrea karena sosok Bu Muslimah.

Sejak kelas 3 SD, Ia telah membulatkan niat untuk menjadi penulis yang menggambarkan perjuangan Bu Muslimah sebagai seorang guru. Sejak saat itu, Ia tak pernah berhenti mencoret-coret kertas untuk belajar menulis cerita. Menjadi Penulis Novel Terkenal Dalam biografi Andrea Hirata diketahui bahwa kini sangat disibukkan dengan kegiatannya menulis dan menjadi pembicara dalam berbagai acara yang menyangkut dunia sastra.

Penghasilannya pun sudah termasuk paling tinggi sebagai seorang penulis. Namun demikian, beberapa pihak sempat meragukan isi dari novel Laskar Pelangi yang dianggap terlalu berlebihan. Kesuksesannya sebagai seorang penulis tentunya membuat ia bangga dan bahagia atas hasil kerja kerasnya selama ini.

Meski disibukkan dengan kegiatannya yang cukup menyita waktu, Ia masih tetap mampu meluangkan waktu untuk mudik di saat Lebaran. Bahkan baginya, mudik ke Belitong di saat Lebaran adalah wajib hukumnya. Kendati perjalanan ke Belitong tidaklah mudah, karena pilihan transportasi yang terbatas, Ia tetap saja harus mudik setiap Lebaran tiba.

Terlebih lagi, bila ia tak kebagian tiket pesawat ke Bandara Tanjung Pandan, Pulau Belitong, maka mau tak mau Andrea harus menempuh 18 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut. Perasaan bangga dan bahagia semakin dirasakan Andrea tatkala Laskar Pelangi diangkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza.

Apalagi, film Laskar Pelangi juga sempat ditonton oleh orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Nilai-nilai dalam Laskar Pelangi menjadi lebih luas. Menjadi seorang penulis novel terkenal mungkin tak pernah ada dalam pikiran Andrea Hirata sejak masih kanak-kanak.

Berjuang untuk meraih pendidikan tinggi saja, dirasa sulit kala itu. Namun, seiring dengan perjuangan dan kerja keras tanpa henti, Andrea mampu meraih sukses sebagai penulis memoar kisah masa kecilnya yang penuh dengan keperihatinan.

Karya dan Penghargaan Andrea Hirata Dalam biografi Andrea Hirata diketahui juga fakta bahwa dari tahun hingga tahun , Andrea Hirata sudah menghasilkan 11 novel. Dari karyanya tersebut, Andrea banyak penghargaan sebagai seorang novelis.

Beri Rating Artikel Ini.

AHMET MARANKI IFAL TALAR PDF

Biografi Andrea Hirata – Kisah Inspiratif Penulis Novel Laskar Pelangi

Edensor by Andrea Hirata Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan.

BUX98A PDF

Andrea Hirata

Kepengarangan Latar belakang Pengarang Andrea Hirata adalah penulis muda yang tidak memiliki latar belakang jusnalistik tetapi memiliki kemampuan untuk menguak berbagai realita kehidupan dan menyarikannya menjadi sebuah tulisan yang apik dan mampu menggugah ketersadaran nurani setiap pembacanya. Buku ini diterbitkan pertama kali pada Mei oleh PT. Bentang Pustaka, telah menjadi best seller Indonesia dan terdapat hampir diseluruh toko-toko buku di Indonesia. Edensor adalah sebuah novel yang dapat mengajak para pembacanya untuk berimajinasi.

PAMPOROVO PISTE MAP PDF

Edensor by Andrea Hirata

Start your review of Edensor Write a review Nov 15, Ambar rated it it was ok Recommends it for: anyone who want to inspire about backpacking Shelves: travel , indonesia I read Edensor after the first tetra-logy of Andrea Hirata Laskar Pelangi LP. Only take few hours I came to conclusions that Edensor was far below my expectation. Compare to LP, Edensor did not have strong character. The flow of building the conflict sound too harsh, too fast. In LP Andrea has capability to bring the reader up and down emotionally through beautiful words, careful sentences and so poetic. Even LP -as Andrea admitted only his memoir but it did have details that enrich the story.

ATLAS DE ANATOMIA HUMANA ROHEN YOKOCHI PDF

Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa kecil dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadinya sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, ia pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, ia masih merasa terbebani dengan nama itu. Dalam wawancaranya dengan media Jakarta Globe pada tahun , Andrea Hirata mengatakan bahwa ia telah mengganti namanya sebanyak tujuh kali.

Related Articles